Jumat, 29 Mei 2015

Review Film Stand By Me


Assalamu’alaikum kawan.. saya mau mengulas kembali isi film Stand By Me nii minta komen yaa kalau ada yang salah atau kurang hehe
Gini niii….
Anak laki-laki dengan tingkah laku kikuk yang mudah di intimidasi oleh sahabatnya Gian (Subaru Kimura) dan Suneo (Tomokazu Seki), sosok pemalas yang bukan hanya kesulitan dalam hal pelajaran tapi juga terkait asmara pada teman sekelasnya dengan wajah manis bernama Shizuka (Yumi Kakazu), keberuntungan justru mendadak menghampiri Nobita (Megumi Ohara). Segala kekurangan yang ketidakmampuan yang ia miliki membuat anak laki-laki lain bernama Sewashi (Yoshiko Kamei) muncul dari dalam meja belajar untuk datang menghampiri Nobita bersama robot ajaib yang dapat mewujudkan semua permintaan yang diberikan kepadanya dengan menggunakan kantung ajaib miliknya, Doraemon (Wasabi Mizuta).
Sewashi sendiri bukan sosok biasa, ia merupakan cucu dari cucu Nobita yang datang menggunakan mesin waktu dari abad ke-22, dan tujuan utamanya adalah untuk membantu Nobita kembali ke dalam kehidupan yang lebih baik, yang tentu saja akan ikut mengubah apa yang terjadi masa depan untuk menjadi lebih baik, salah satunya menghindari pernikahannya dengan perempuan dari sosok yang sangat ia takuti. Untuk mewujudkan hal tersebut Sewashi menugaskan Doraemon untuk tinggal bersama Nobita dan dengan menggunakan alat-alat dari saku miliknya menjalankan sebuah misi sederhana, membuat Nobita menemukan kebahagiaannya, syarat mutlak yang secara otomatis akan membawa Doraemon kembali ke masa depan.
Sangat sulit untuk bersikap benar-benar objektif, atau sekedar menyeimbangkannya dengan sikap subjektif dalam memberikan penilaian pada bagian penutup petualangan Doraemon yang mengambil langkah berani untuk keluar dari kebiasaannya dan tampil dalam wujud 3D ini, karena meskipun tidak mengikuti semua filmnya robot kucing yang takut tikus itu merupakan bagian dari masa kecil saya. Muncul di layar televisi setiap minggu pagi pukul delapan, film ini seperti memutar kembali kenangan itu dengan tingkah laku konyol, santai, bahkan manis yang ditampilkan oleh karakter dengan sangat kuat, dari drama sederhana yang selalu berhasil meninggalkan berbagai pesan penting yang sederhana namun tajam dan efektif, hingga humor dengan menggunakan aksi slapstick gerak cepat penuh energi yang disamping menciptakan tawa lepas yang menyenangkan juga sanggup membuat karakter tampak konyol dan adorable secara bersamaan.
Itu yang menjadi kekuatan utama Doraemon, dan seolah paham betul dengan materi yang ia jual serta apa yang penonton inginkan dua sutradara Takashi Yamazaki dan Ryūichi Yagi memperoleh keuntungan dari sikap simple mereka untuk tidak membawa hal-hal baru yang sangat mengganggu kedalam petualangan ini. Dari sisi cerita Stand by Me Doraemon adalah standard dari apa yang kita inginkan dari Doraemon dan teman-temannya, namun konsep dasar yang merupakan penggabungan dari beberapa cerita pendek dengan menampilkan berbagai alat-alat canggih yang menarik itu justru menjadi sebuah keunggulan bagi film ini, semua terbentuk dengan cepat, padat, dan tepat. Sinopsis yang ia miliki terasa sedikit tipis memang, terasa episodik serta seolah di jaga untuk tidak bergerak terlalu dalam, namun berbagai potongan kecil itu berhasil dirangkai oleh Takashi Yamazaki dan Ryūichi Yagi untuk membawa penonton merasakan misi utama yang mereka ingin sampaikan.
Persahabatan, semua berputar disana dengan cara yang menyenangkan. Plot terasa bijak tanpa berupaya untuk menciptakan sesuatu yang kompleks, cara mereka menciptakan batasan sangat tepat sehingga mampu untuk selalu memberikan penonton alur yang mengalir dengan nikmat penuh kebebasan tapi juga tidak sampai keluar dari lintasan, tapi disisi lain ia punya timing yang sangat baik, ketika momen serius itu diperlukan mereka juga ditampilkan dengan sama meyakinkannya. Pergeseran penuh energi diantara dua hal tadi yang menghapus keterbatasan film ini pada sektor cerita diawal tadi, ia seperti terus membawa kita seolah naik menuju level selanjutnya, dan itu banyak dibantu oleh dinamika bercerita yang ia ciptakan, ia mampu mencengkeram penonton pada empat aspek penting dari sebuah film animasi secara bersamaan: dari segi cerita, kemudian mempermainkan emosi, dan yang terakhir pada kemampuannya memanjakan mata serta karakter yang membawa penonton berimajinasi.
Cerita yang tersusun dengan manis juga punya tahapan yang baik, beberapa pesan terkait kasih sayang secara mengejutkan juga tersampaikan lewat hubungan sederhana antar karakter, seperti antara Shizuka dan ayahnya, atau antara Nobita dan Shizuka. Hal terakhir tadi sebenarnya punya double effect, disamping nilai positif eksplorasi pada relationship mereka di beberapa bagian terasa terlalu “lembut”, terasa monoton, dan yang lebih berbahaya bagian ini dapat menggerus fokus anda pada Doraemon itu sendiri, pada hubungan antara Doraemon dan Nobita. Ini mungkin satu dari dua kekecewaan saya pada film ini disamping tidak hadirnya kejutan di bagian akhir yang imo akan terasa sangat kuat jika momen “comeback” itu dihilangkan (yeah, too risky). Namun jika berbicara tentang emosi, film ini luar biasa. Seperti sebuah rollercoaster yang bergerak cepat dalam lintasan yang dinamis, penonton memang dibawa bergembira namun kita tetap merasa waspada dengan isu kehilangan yang akan dialami oleh Nobita.
Keberhasilan tersebut memang tidak lepas dari kesan dimana kita seolah menjadi bagian dari keseharian Nobita yang telah tercipta sejak awal, dan itu dampak dari kinerja visual yang sangat memikat. Ini adalah kejutan dimana penonton tidak perlu waktu lama untuk klik dengan karakter dalam “wujud” yang berbeda dari apa yang selama ini kita saksikan, tekstur yang mereka miliki sangat renyah terlebih ada kesan hangat yang memancarkan energi, dan itu bukan hanya sebatas pada detail karakter yang mampu menjadikan Shizuka terasa sangat manis, Doraemon terasa menggemaskan, serta Nobita, Suneo, dan Gian terasa menggelikan, tapi juga pada ekspresi, lelucon slapstick terasa halus dan berhasil membuat kita tertawa, ketika momen sedih itu muncul visual juga berhasil membuat kita merasa terenyuh, dan itu dilengkapi dengan atmosfir cerita yang stabil dan kuat berkat score yang mantap, pengisi suara yang menyuntikkan nyawa pada karakter, serta soundtrack yang manis.
Stand by Me Doraemon adalah film yang memuaskan. Sebuah perpisahan yang special karena kita tidak mengatakan sayonara dan kemudian melepaskan mereka begitu saja, tapi sebaliknya ini seperti sebuah penghormatan bagi karakter yang telah memberikan kenangan indah bagi banyak orang yang tumbuh di era 90-an, sebuah sayonara yang memoles kenangan itu untuk semakin membekas di memori penonton yang juga diperlakukan dengan hormat, mendapatkan apa yang mereka inginkan dari Doraemon, sebuah petualangan yang bergerak cepat dan terkendali dengan mengandalkan kombinasi antara drama berbalut emosi yang ketat dan padat, ditemani komedi penuh aksi komikal dan slapstick yang tak pernah berhenti berusaha menyebarkan virus bahagia kepada penonton bahkan ketika credit mulai hadir dihadapan mereka. Arigato Doraemon, Nobita, Shizuka, Suneo, Gian.  Udah itu pemahaman saya tentang film standby me dadaaaah kawaaan.

Review Artikel Ilmu pendidikan




Tugas Review Artikel Ilmu Pendidikan Islam

Nama :Ati Gusti Nurohmah
Nim   : 20140720137
Jurusan :Pendidikann Agama Islam ( D )






PEMBAHASAN ARTIKEL

A.    Pengertian Pendidikan Islam
Ada tiga istilah yang umum digunakan dalam pendidikan Islam, yaitu al-Tarbiyah (pengetahuan tentang ar-rabb), al-Ta’lim (ilmu teoritik, kreativitas, komitmen tinggi dalam mengembangkan ilmu, serta sikap hidup yang menjunjung tinggi nilai-nilai ilmiah), al-Ta’dib (integrasi ilmu dan amal). (Hasan Langgulung : 1988).
1. Istilah al-Tarbiyah
Kata Tarbiyah berasal dari kata dasar “rabba” (رَبَّى), yurabbi (يُرَبِّى) menjadi “tarbiyah” yang mengandung arti memelihara, membesarkan dan mendidik. Dalam statusnya sebagai khalifah berarti manusia hidup di alam mendapat kuasa dari Allah untuk mewakili dan sekaligus sebagai pelaksana dari peran dan fungsi Allah di alam. Dengan demikian manusia sebagai bagian dari alam memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang bersama alam lingkungannya. Tetapi sebagai khalifah Allah maka manusia mempunyai tugas untuk memadukan pertumbuhan dan perkembangannya bersama dengan alam. (Zuhairini, 1995:121).
2. Istilah al-Ta’lim
Secara etimologi, ta’lim berkonotasi pembelajaran, yaitu semacam proses transfer ilmu pengetahuan. Hakekat ilmu pengetahuan bersumber dari Allah SWT. Adapun proses pembelajaran (ta’lim) secara simbolis dinyatakan dalam informasi al-Qur’an ketika penciptaan Adam as oleh Allah SWT, ia menerima pemahaman tentang konsep ilmu pengetahuan langsung dari penciptanya. Proses pembelajaran ini disajikan dengan menggunakan konsep ta’lim yang sekaligus menjelaskan hubungan antara pengetahuan Adam as dengan Tuhannya. (Jalaluddin, 2001:122).
3. Istilah al-Ta’dib
Menurut al-Attas, istilah yang paling tepat untuk menunjukkan pendidikan Islam adalah al-Ta’dib, konsep ini didasarkan pada hadits Nabi:

اِدَّ بَنِيْ رَبِّى فَأَحْسَنَ تَـأْدِيْبِيْ {رواه العسكرى عن على}
Artinya : “Tuhan telah mendidikku, maka ia sempurnakan pendidikanku”
(HR. al-Askary dari Ali r.a).
Al-Ta’dib berarti pengenalan dan pengetahuan secara berangsur-angsur ditanamkan ke dalam diri manusia (peserta didik) tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan. Dengan pendekatan ini pendidikan akan berfungsi sebagai pembimbing ke arah pengenalan dan pengakuan tempat Tuhan yang tepat dalam tatanan wujud dan kepribadiannya.
Dari bahasan di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan Islam adalah suatu sistem yang memungkinkan seseorang (peserta didik) dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan ideologi Islam.
B.     Tujuan Pendidikan Islam
Islam menghendaki agar manusia dididik supaya ia mampu merealisasikan tujuan hidupnya sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah. Tujuan hidup menusia itu menurut Allah ialah beribadah kepada Allah. Seperti dalam surat adz Dzariyat ayat 56 :
Dan Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku”.
1.    Tujuan Pendidikan Islam menurut para tokoh
a.    Dr. Ali Ashraf; ‘tujuan akhir pendidikan Islam adalah manusia yang menyerahkan diri secara mutlak kepada Allah pada tingkat individu, masyarakat dan kemanusiaan pada umunya”.
b.    Muhammad Athiyah al-Abrasy. “the fist and highest goal of Islamic is moral refinment and spiritual, training” (tujuan pertama dan tertinggi dari pendidikan Islam adalah kehalusan budi pekerti dan pendidikan jiwa)”
c.    Syahminan Zaini; “Tujuan Pendidikan Islam adalah membentuk manusia yang berjasmani kuat dan sehat dan trampil, berotak cerdas dan berilmua banyak, berhati tunduk kepada Allah serta mempunyai semangat kerja yang hebat, disiplin yang tinggi dan berpendirian teguh”.
d.   Menurut Abdul Fatah Jalal, tujuan umum pendidikan Islam ialah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah.
e.    Menurut al Syaibani, tujuan pendidikan Islam adalah :
1)   Tujuan yang berkaitan dengan individu, mencakup perubahan yang berupa pengetahuan, tingkah laku masyarakat, tingkah laku jasmani dan rohani dan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki untuk hidup di dunia dan di akhirat.
2)   Tujuan yang berkaitan dengan masyarakat, mencakup tingkah laku masyarakat, tingkah laku individu dalam masyarakat, perubahan kehidupan masyarakat, memperkaya pengalaman masyarakat.
3)   Tujuan profesional yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai ilmu, sebagai seni, sebagai profesi, dan sebagai kegiatan masyarakat.
f.       Menurut al abrasyi, merinci tujuan akhir pendidikan islam menjadi
1)   Pembinaan akhlak.
2)   menyiapkan anak didik untuk hidup didunia dan akhirat.
3)   Penguasaan ilmu.
4)   Keterampilan bekerja dalam masyrakat.
g.    Menurut Asma hasan Fahmi, tujuan akhir pendidikan islam dapat diperinci menjadi :
1)   Tujuan keagamaan.
2)   Tujuan pengembangan akal dan akhlak.
3)   Tujuan pengajaran kebudayaan.
4)   Tujuan pembicaraan kepribadian.
Dari berbagai pendapat tentang tujuan pendidikan Islam diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohani serta moral yang tinggi, untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akherat, baik sebagai makhluk individu maupun sebagai anggota masyarakat.
Tujuan pendidikan Islam adalah untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan kepribadian manusia. Secara menyeluruh dan seimbang yang dilakukan melalui latihan jiwa, akal pikiran, diri manusia yang rasional, perasaan dan indra, karena itu, pendidikan hendaknya mencakup pengembangan seluruh aspek fitrah peserta didik, aspek spiritual, intelektual, imajinasi, fisik, ilmiah dan bahasa, baik secara individual maupun kolektif, dan mendorong semua aspek tersebut berkembang ke arah kebaikan dan kesempurnaan. Tujuan terakhir pendidikan muslim terletak pada perwujudan ketundukan yang sempurna kepada Allah SWT, baik secara pribadi kontinuitas, maupun seluruh umat manusia. Dalam buku Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam oleh Zakiah Daradjad  terdapat definisi tujuan Pendidikan Agama Islam yaitu :
Tujuan Pendidikan Agama Islam yaitu membina manusia beragama berarti manusia yang mampu melaksanakan ajaran-ajaran agama Islam dengan baik dan sempurna, sehingga tercermin pada sikap dan tindakan dalam seluruh kehidupannya, dalam rangka mencapai kebahagiaan dan kejayaan dunia dan akhirat. Yang dapat dibina melalui pengajaran agama yang intensif dan efektif.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan Pendidikan Agama Islam adalah sebagai usaha untuk mengarahkan dan membimbing manusia, dalam hal ini peserta didik agar mereka mampu menjadi manusia atau mengembalikan manusia kepada fitrahnya yaitu kepada Rubbubiyah Allah sehingga mewujudkan manusia yang :
a.       Berjiwa Tauhid
Tujuan pendidikan Islam yang pertama ini harus ditanamkan pada peserta didik,sesuai dengan firman Allah yang artinya:
"Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberikan pelajaran kepadanya,Hai Anakku janganlah kamu mempersekutukan ALLAH,sesungguhnya mempersekutukan Allah itu adalah benar-benar kezhaliman yang besar. (QS.Luqman :13)
Manusia yang mengenyam pedidikan seperti ini sangat yakin bahwa ilmu yang ia miliki adalah bersumber dari Allah, dengan demikian ia tetap rendah hati dan semakin yakin akan bebesaran Allah.
cb.      Takwa Kepada Allah SWT
Mewujudkan manusia yang bertaqwa kepada Allah merupakan tujuan pendidikan Islam, sebab walaupun ia genius dan gelar akademiknya sangat banyak, tapi kalau tidak bertaqwa kepada Allah maka ia dianggap belum/tidak berhasil. Hanya dengan ketaqwaan kepada Allah saja akan terpenuhi keseimbangan dan kesempurnaan dalam hidup ini. Allah berfirman yang artinya :
"Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang paling Taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi  Maha Mengenal" (QS.Al-Hujurat : 13)
c.       Rajin Beribadah dan Beramal Saleh
Tujuan pendidikan islam juga adalah agar pesdik lebih rajin dalam beribadah dan beramal saleh, apapun aktivitas dalam hidup ini haruslah didasarkan untuk beribadah kepada Allah, karena itulah tujuan Allah menciptakan manusia di muka bumi ini. Firman Allah yang artinya :
"Dan aku tidak menciptakan Jin dan manusia melainkan supaya beribadah kepadaKU” (QS.Adz-Dzariyaat : 56)
Termasuk dalam pengertian beribadah tersebut adalah beramal shalih(berbuat baik)kepada sesama manusia dan semua mahkluk yang ada dialam ini,karena dengan demikian akan terwujud keharmonisan dan kesempurnaan hidup.
d.      Ulil Albab
Tujuan pendidikan Islam berikutnya adalah mewujudkan Ulil albab yaitu orang-orang yang dapat memikirkan dan meneliti keagungan Allah melalui ayat-ayat qauliyah yang terdapat di dalam kitab suci Al-Qur'an dan Ayat-ayat kauniyah (tanda-tanda kekuasaan Allah) yang terdapat di alam semesta, mereka ilmuan dan intelektual, tetapi mereka juga rajin berzikir dan beribadah kepada Allah SWT. Firman Allah yang artinya :
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS.Ali Imran :190-191)
e.      Berakhlakul Karimah
Pendidikan dalam Islam tidak hanya bertujuan untuk mencetak manusia yang memiliki kecerdasan saja, tapi juga berusaha mencetak manusia yang berahklak mulia. Ia tidak akan menepuk dada atau bersifat arogan (congkak) dengan ilmu yang dimilikinya, sebab ia sangat menyadari bahwa ia tidak pantas bagi dirinya untuk sombong bila dibandingkan ilmu yang dimiliki Allah, malah ilmu yang ia miliki pun serta yang membuat ia sampai pandai adalah berasal dari Allah. Apabila Allah berkehendak Dia bisa mengambil ilmu dan kecerdasan yang dimiliki mahkluknya (termasuk Manusia) dalam waktu seketika. Allah mengajarkan manusia untuk bersifat rendah hati dan berakhlak mulia. Allah berfirman yang artinya :
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (QS.Luqman :18)




A.Riview
Dari materi yang dibahas dalam artikel, maka dapat mengambil kesimpulan yaitu sebagai berikut :
Tujuan pendidikan Islam adalah membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohani serta moral yang tinggi, untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akherat, baik sebagai makhluk individu maupun sebagai anggota masyarakat.
Tujuan pendidikan Islam adalah untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan kepribadian manusia. Secara menyeluruh dan seimbang yang dilakukan melalui latihan jiwa, akal pikiran, diri manusia yang rasional, perasaan dan indra, karena itu, pendidikan hendaknya mencakup pengembangan seluruh aspek fitrah peserta didik, aspek spiritual, intelektual, imajinasi, fisik, ilmiah dan bahasa, baik secara individual maupun kolektif, dan mendorong semua aspek tersebut berkembang ke arah kebaikan dan kesempurnaan. Tujuan terakhir pendidikan muslim terletak pada perwujudan ketundukan yang sempurna kepada Allah SWT, baik secara pribadi kontinuitas, maupun seluruh umat manusia.
                          Tujuan Pendidikan Agama Islam juga adalah sebagai usaha untuk mengarahkan dan membimbing manusia, dalam hal ini peserta didik agar mereka mampu menjadi manusia atau mengembalikan manusia kepada fitrahnya yaitu kepada Rubbubiyah Allah sehingga mewujudkan manusia yang :
        a.    Berjiwa Tauhid
       b.    Takwa kepada Allah SWT
       c.    Rajin beribadah dan beramal shaleh
       d.   Ulil Albab
       e.    Berakhlakul karimah
B. Komentar
Untuk mencapai tujuan dari Ilmu Pendidikan ini maka kita terutamanya sebagai pendidik atau calon pendidik harus berusaha menata diri sebaik mungkin agar tujuan akhir dari Ilmu Pendidikan Islam dapat tercapai dengan berbagai cara dan dilakukan di seluruh aspek kehidupan kita.
C. Kelebihan
Dari artikel diatas ada beberapa kelebihan yaitu dengan kita membaca maka kita sebagai calon seorang pendidik atau peserta didik bisa mengetahui apa tujuan ilmu pendidikan islam, pentingnya ilmu pendidikan tersebut. Dan kita sebagai calon peserta didik nantinya bisa memahami apa yang harus dilakukan dan diberikan untuk peserta didik nantinya. Calon pendidik juga mendapat pengarahan ketika membaca artikel ini. Artikel ini juga menambah motivasi sebagai calon pendidik karena dalam artikel ini dijelaskan betapa pentingnya ilmu pendidikan karena mempunyai tujuan yang dicantumkan di artikel ini.
D. Kekurangan
Artikel diatas hanya menjelaskan tujuan pendidikan islam di bidang pendidikan sekolah bagi para calon pendidik atau peserta didik. Namun tidak menjelaskan tujuan dari ilmu pendidikan islam untuk masyarakat, lingkungan atau dan sebagainya. Artikel ini hanya menjelaskan tujuan yang hanya mencangkup dalam bidang tertentu saja tidak mencangkup luas.